Sidoarjo, cakrawalanews.co-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, resmi mengalihfungsikan lahan tidur seluas 5.680 meter persegi menjadi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono, lantaran lahan tersebut akhirnya kembali produktif setelah terbengkalai selama kurang lebih 25 tahun, tepatnya sejak relokasi lapas dari Kalisosok ke Porong pada tahun 2000.
Sebelum dikelola, area tersebut hanya berupa semak belukar yang tidak memiliki nilai ekonomis. Sebagai langkah awal program SAE, lahan tersebut kini ditanami dua kilogram bibit jagung manis varietas unggul.
Dengan pengelolaan yang tepat, lahan ini diproyeksikan mampu menghasilkan panen sebanyak 2,5 ton jagung dalam tiga bulan ke depan.
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan jajaran pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Proses perawatan lahan hingga masa panen sepenuhnya melibatkan warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif untuk menjalani proses asimilasi.
Melalui kegiatan ini, para warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan praktis dalam bertani, tetapi juga diharapkan mengalami perubahan pola pikir bahwa kerja keras yang positif akan membuahkan hasil bermanfaat, sekaligus membangun citra positif pemasyarakatan di mata masyarakat.
Pemanfaatan lahan di Lapas Porong merupakan bagian dari gerakan serentak di wilayah Jawa Timur.
Sejumlah lapas lain juga telah mengoptimalkan lahan tidur mereka sesuai dengan potensi komoditas daerah masing-masing, seperti penanaman kedelai edamame di Lapas Malang, padi di Lapas Bojonegoro, serta semangka di Lapas Banyuwangi. Kolaborasi berbagai komoditas unggulan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan regional di Jawa Timur secara berkelanjutan. ( wa/at)












