Dalam arahannya, Mayjen TNI Rano Tilaar menekankan pentingnya kemampuan membaca perubahan geopolitik dunia sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan strategis di masa depan.
Beliau mengingatkan para perwira bahwa dalam hubungan internasional, kepentingan nasional merupakan satu-satunya hal yang bersifat kekal, melampaui konsep kawan atau lawan yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Wawasan geopolitik yang kuat dinilai sangat krusial agar bangsa Indonesia tetap kokoh dan tidak tergerus oleh pusaran dinamika global yang terus berkembang.
Lebih lanjut, Gubernur Akademi Militer menggarisbawahi posisi strategis Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudra, serta kepemilikan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai jalur perdagangan dunia.
Kondisi geografis ini memberikan peluang besar sekaligus potensi kerawanan yang harus diantisipasi dengan cermat oleh para calon pemimpin TNI Angkatan Darat. Melalui pemahaman sejarah geopolitik dan dinamika kekuatan global, para Perwira Remaja diharapkan memiliki bekal yang solid dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Seluruh rangkaian pengarahan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para peserta. Para Perwira Remaja Abituren Akmil TA 2025 mengikuti setiap sesi dengan serius sebagai bagian penting dari pembinaan awal sebelum mereka diterjunkan ke satuan masing-masing untuk melaksanakan tugas resmi sebagai perwira TNI Angkatan Darat. ( tgh)

Berita Terkait
Berita Utama Lainnya













