Indeks

Kemenkop Perkuat Peran PMO Percepat Pembangunan Gudang dan Gerai Kopdes Merah Putih

×

Kemenkop Perkuat Peran PMO Percepat Pembangunan Gudang dan Gerai Kopdes Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Menteri Koperasi Ferry Juliantono
Menteri Koperasi Ferry Juliantono

Cakrawalanews.co- Kementerian Koperasi resmi melakukan penguatan dan evaluasi terhadap tugas Project Management Officer (PMO) Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Langkah strategis ini bertujuan untuk mengawal percepatan pembangunan gudang serta gerai koperasi di seluruh penjuru Indonesia, sekaligus memastikan pengelolaannya berjalan secara tertib, terarah, dan akuntabel.

​Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pentingnya keselarasan langkah antara PMO di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Melalui pengarahan daring pada Selasa kemarin,

ia menginstruksikan seluruh jajaran PMO untuk aktif menjalin sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala daerah, Pangdam, kepala dinas, hingga PT Agrinas demi mengatasi kendala lapangan dengan cepat.

​Target besar telah ditetapkan, di mana pada Januari mendatang diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah pembangunan gudang dan gerai. Ferry mengakui bahwa mengelola 83.128 Kopdes Merah Putih dengan dukungan 1.104 PMO bukanlah perkara mudah.

Tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan waktu, luas wilayah yang kompleks, hingga tingginya ekspektasi masyarakat. Meski demikian, ia menekankan agar seluruh personel tetap menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan tata kelola yang baik.

​Apresiasi juga diberikan kepada seluruh tim PMO atas komitmen mereka sepanjang tahun 2025 yang menjadi fondasi utama keberhasilan program ini.

Berdasarkan laporan terkini, capaian pembangunan menunjukkan progres yang beragam di tiap wilayah. Di Jambi, tercatat 206 titik sedang dalam proses pengerjaan, sementara di Jawa Timur progres fisik telah menjangkau 3.762 titik dengan tingkat penyelesaian mencapai 44 persen.

​Di sisi lain, wilayah Papua masih menghadapi tantangan besar terkait pengadaan lahan dan penyesuaian anggaran pembangunan.

Saat ini baru terdapat empat koperasi yang masuk tahap pengerjaan di Papua, yang nantinya akan dijadikan rujukan standar biaya pembangunan untuk wilayah tersebut.

Selain pembangunan fisik, penguatan wawasan kebangsaan dan semangat gotong royong bagi pengurus koperasi juga menjadi aspirasi penting yang akan terus dikembangkan ke depannya. ( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *