Cakrawalanews.co – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan pengerahan kekuatan nasional dalam menangani dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera. Hal ini telah dikomunikasikan kepada negara-negara sahabat yang berniat memberikan bantuan.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa langkah ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk fokus pada optimalisasi sumber daya dalam negeri.
”Terkait komunikasi dengan negara lain, kami menyampaikan sesuai arahan Presiden Prabowo bahwa saat ini fokus utama adalah mengerahkan seluruh kekuatan nasional,” ujar Yvonne dalam temu media di Jakarta, Jumat (19/12).
Pernyataan tersebut menanggapi pertanyaan mengenai kebijakan pemerintah terkait bantuan logistik, termasuk beras, dari luar negeri. Yvonne mengakui sejumlah negara telah menawarkan bantuan langsung, namun ia tidak merinci negara-negara tersebut.
Mekanisme Bantuan Luar Negeri
Meski mengutamakan kekuatan nasional, Yvonne menambahkan bahwa bantuan internasional tetap dapat disalurkan melalui mekanisme tertentu. Bantuan bisa diberikan melalui organisasi non-pemerintah (NGO) lokal yang terpercaya melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Senada dengan hal itu, Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyebutkan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan Bappenas dan instansi terkait untuk memastikan bantuan luar negeri tetap sejalan dengan program yang sudah berjalan. “Intinya, kami mengoptimalkan program yang telah ada,” kata Nabyl.
Kasus Bantuan di Medan
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait bantuan 30 ton dari Uni Emirat Arab (UEA). Bantuan tersebut sempat ditangguhkan oleh Pemerintah Kota Medan karena kekhawatiran mengenai status bantuan antar-pemerintah.
Namun, setelah diketahui bantuan berasal dari Bulan Sabit Merah UEA (organisasi non-pemerintah), bantuan tersebut dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center untuk segera didistribusikan kepada korban bencana.
Komitmen Kemandirian
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara (15/12), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas empati dunia internasional, namun tetap menekankan kemandirian bangsa.
”Saya sampaikan terima kasih atas perhatian Anda. Tapi kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini sendiri,” tegas Presiden Prabowo. ( wa/an)



