“Seperti biasa, mereka menyediakan makanan khas surabaya,” kata Widodo.
Kedepan, lanjut Widodo, jika tahun kemarin acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan digelar dua kali dalam setahun, maka kali ini akan digelar setiap bulan.
“Tujuannya, untuk lebih menghidupkan kawasan tunjungan sebagai lokasi yang sarat akan sejarah, meningkatkan roda perekonomian pelaku UKM dan mendongkrak jumlah wisatawan asing,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Indonesia Architecture Convention Maztri Indrawarto mengatakan, kehadiran kelompok arsitek di surabaya untuk mencurahkan kekayaan ide serta pengalaman dalam dunia arsitektur serta memberikan kontribusi pada pembangunan nasional salah satunya bagi Kota Surabaya.
“Nanti kita akan mendorong agar bangunan yang berada di kawasan tunjungan tidak lagi kosong. Jadi, ketika ada acara semacam ini, masyarakat tidak hanya sekedar mlaku-mlaku tetapi juga bisa memanfaatkan fisik dan fungsi bangunan yang ada,” tutupnya. (hdi/cp02)












