Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Surabaya Bahtiyar Rifai menekankan bahwa retret ini menjadi sarana pematangan mental dan militansi kader. Ia ingin seluruh struktur partai solid, terhubung, dan bernafas dalam satu irama perjuangan.
“Gerindra Surabaya bukan sekadar mesin politik, tapi rumah besar perjuangan. Retret ini membangun rasa memiliki, dari tingkat kota sampai ranting. Karena kemenangan tidak lahir dari strategi saja, tapi dari kekompakan,” ujar Wakil Ketua DPRD Surabaya itu.
Setelah retret, setiap PAC akan diminta menyusun peta kerja politik berbasis wilayah sebagai panduan langkah menjelang Pemilu 2029.
“Kita ingin, setelah Trawas ini, seluruh kader pulang dengan satu semangat: Surabaya harus jadi basis kemenangan Gerindra di 2029,” pungkas Bahtiyar.












