Ia mencontohkan, di bidang lingkungan ada kegiatan seperti pemilahan sampah, di bidang ekonomi ada pemberdayaan UMKM, serta kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung. Keberhasilan tiap kampung akan diukur dari capaian nilai di masing-masing bidang tersebut.
Ketua Satgas Kampung Pancasila, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa peserta ToT adalah Satgas tingkat kota yang terdiri dari kepala perangkat daerah, camat, dan lurah. Mereka akan memberikan pelatihan lanjutan kepada ASN pendamping yang akan bertugas di lapangan bersama Ketua Satgas RW.
Irvan menambahkan, di bawah Ketua RW akan dibentuk empat Kelompok Kerja (Pokja) yang masing-masing bertugas menggerakkan program di sektor lingkungan, kemasyarakatan, sosial budaya, dan ekonomi. Setiap sektor dikoordinasikan oleh perangkat daerah yang telah ditetapkan sesuai bidangnya.
Ia menjelaskan, Ketua RW akan melakukan penilaian awal terhadap kampungnya, seperti apakah sudah ada kegiatan pemilahan sampah, sistem keamanan lingkungan seperti siskamling, hingga penerapan jam malam untuk anak-anak. Penilaian tersebut akan dipantau secara langsung oleh ASN pendamping yang kemudian melakukan evaluasi atau intervensi melalui program yang relevan.
Ia pun memastikan bahwa sebanyak 1.360 Kampung Pancasila akan mulai bergerak secara serentak pada Senin mendatang, sebagai langkah awal mewujudkan kampung-kampung tangguh, gotong royong, dan berjiwa kebangsaan di Kota Surabaya.
“Setelah dilakukan penilaian awal, misal kampung A ada yang kurang, nantinya ASN pendamping akan melakukan pendekatan dengan program yang sudah dijalankan, yang kedua bisa dengan cara pendekatan kemasyarakatan,” terang Irvan.














