Menurut Achmad, sejarah telah mencatat bagaimana Bung Karno menyebut kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju keadilan dan kemakmuran sosial. Namun kini, bangsa ini seolah dihadapkan pada persimpangan arah perjuangan.
“Ada dua pilihan menuju Indonesia Raya yang menyelamatkan kaum marhaen, atau menuju dunia yang hanya menguntungkan kaum borjuis,” tuturnya.
Achmad menegaskan, proses hukum yang menimpa Hasto harus menjadi pelajaran politik dan hukum bagi rakyat. Ketiadaan bukti yang kuat dan kesaksian yang bias, menurutnya, menunjukkan bahwa Sekjen PDI Perjuangan menjadi korban karena konsisten memperjuangkan nilai-nilai Bung Karno dan Megawati.
“Jika kebenaran tidak ditegakkan, maka bangsa ini sedang meruntuhkan langit harapan rakyat dan para pendiri bangsa,” tegas Achmad.












