Tak hanya TP PKK, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jawa Timur juga turut terlibat aktif. Melalui program 1 Puskesmas 1 Pediatrician, IDAI memastikan pendampingan oleh dokter spesialis anak di seluruh puskesmas di Surabaya. Penyuluhan gizi, pemantauan langsung, hingga kunjungan rumah menjadi bagian dari strategi pencegahan yang menyeluruh.
“Kampung ASI adalah fondasi penting. Di sana, edukasi dan dukungan komunitas bisa berjalan bersama,” kata Dr. dr. Mira Ermawati, Sp.A(K) dari IDAI Jatim.
Dengan dukungan berbagai pihak, Pemkot berharap BWSE Jilid IV mampu menjadi model percontohan nasional dalam upaya eliminasi stunting berbasis keluarga dan komunitas. “Harapannya, Surabaya tidak hanya bebas stunting, tetapi juga menjadi kota yang membentuk generasi emas sejak dalam dekapan pertama,” pungkas Rini.












