Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya sebatas seremoni, melainkan menjadi awal dari konsolidasi total dalam menjawab tantangan politik ke depan, khususnya tahun 2029 dan 2031.
“Struktur kita tidak boleh hanya jadi formalitas di atas kertas. Setiap DPC dan DPRt harus aktif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Politik kita harus turun ke gang sempit, pasar tradisional, hingga kelompok-kelompok komunitas yang belum tersentuh,” jelasnya.
Saiful juga menggarisbawahi pentingnya kerja-kerja politik yang menyatu dengan kerja sosial. Hal ini, menurutnya, telah dicontohkan oleh Ketua DPW NasDem Jawa Timur, Lita Machfud Arifin, dalam pidato politiknya.
“Bu Lita sudah mencontohkan bagaimana kerja politik harus menyatu dengan kerja sosial. Dari renovasi WC komunal hingga distribusi bantuan, semuanya menunjukkan bahwa politik NasDem bukan untuk gaya-gayaan, tapi pengabdian,” tegasnya.












