“Kami tidak ingin program TJSL berhenti pada donasi atau kegiatan seremonial. Kolaborasi dengan Blue Corner Marine Research dan Komunitas BaikBaik menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan memerlukan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, kemitraan strategis, serta keterlibatan langsung dari korporasi,” paparnya.
Lebih lanjut, Didik menegaskan, SIER senantiasa berpegang pada prinsip 3P: Profit, Planet, dan People, dalam menjalankan kegiatan usaha. Kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Sebagai perusahaan yang telah beroperasi lebih dari lima dekade, kata Didik, SIER selalu berkomitmen menjalankan prinsip 3P: Profit, Planet, dan People. Bagi SIER, profit tidak hanya berarti pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi sumber daya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Indonesia adalah negara maritim dengan potensi luar biasa, namun kita juga sangat rentan terhadap degradasi lingkungan laut. Dengan langkah kecil ini, kami berharap dapat memantik kesadaran kolektif, bahwa dunia industri, pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus bergandengan tangan menjaga laut kita. Ini bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga investasi untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
Kepala Departemen TJSL dan Keberlanjutan PT SIER, Puspitha Ernawati, menyampaikan bahwa upaya restorasi ini bukan sekadar program lingkungan, tetapi merupakan bagian integral dari visi strategis perusahaan dalam membangun kawasan industri yang berakar pada prinsip keberlanjutan.
“Ekosistem laut adalah bagian tak terpisahkan dari keseimbangan ekologis global. Melalui program restorasi terumbu karang ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor industri pun memiliki peran krusial dalam mendukung target-target TPB 14 (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-14). Kami berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujar Puspitha.
Menurut Puspitha, sejak awal program SIER telah menekankan pendekatan kolaboratif. Bersama BCMR yang memiliki rekam jejak panjang dalam konservasi kelautan di Nusa Penida, serta Komunitas BaikBaik yang aktif dalam gerakan konservasi laut, SIER berupaya menciptakan ekosistem kolaborasi antara korporasi, ilmuwan, dan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata dari prinsip multi-stakeholder dalam pelaksanaan agenda global SDGs.
“Konservasi laut bukan agenda marjinal. Ini adalah investasi ekologis dan sosial yang akan menopang keberlanjutan ekonomi. Karena itu, kami menempatkan lingkungan sebagai fondasi dalam strategi pertumbuhan perusahaan,” pungkas Puspitha.














