Tiga puluh tiga tahun sudah KH. Hamim Tohari Jazuli atau yang lebih dikenal sebagai Gus Miek berpulang ke rahmatullah. Namun semangat dan nilai-nilai dakwah beliau terus hidup dalam sanubari umat.
Haul ke-33 ini menjadi ruang kontemplasi, bukan hanya untuk mengenang, tapi juga meneladani jalan dakwah yang beliau bentangkan: jalan sunyi yang penuh cinta dan keberanian.
Sponsor
Gus Miek dikenal bukan karena retorika, tapi karena ketulusan. Beliau hadir di tempat yang sering dihindari para pendakwah: tempat-tempat gelap, ruang marginal, dan lingkungan yang kerap dicap jauh dari nilai-nilai agama. Namun justru di sanalah Gus Miek menyalakan cahaya. Bukan dengan dalil yang menghakimi, melainkan dengan sentuhan hati yang membimbing.














