“Guide akan membantu pengunjung memahami koleksi museum dengan membaca narasi berhuruf braille, sehingga mereka dapat lebih mudah mengerti dan menikmati pengalaman di museum,” terangnya.
Rencana Pengembangan Aksesibilitas
Saat ini, pemasangan narasi huruf braille baru dilakukan di Museum 10 Nopember dan Tugu Pahlawan Surabaya. Namun, Pemkot Surabaya berencana untuk memperluas inisiatif ini ke museum lainnya secara bertahap.
Selain huruf braille, Pemkot juga berencana menambah fasilitas lain seperti audio guide di Museum 10 Nopember. Hal ini penting mengingat salah satu koleksi unggulan museum adalah rekaman suara pidato Bung Tomo.












