Dijelaskan Erna, dengan estimasi panjang Kali Lamong kira-kira mencapai 14 kilometer, memang belum semuanya telah teratasi. Sejak pembuatan tanggul dimulai dengan tinggi tanggul sesuai CCSP nya mencapai lima meter dari permukaan air sungai, memang belum semua bagian sungai yang sudah ditanggul. “Tapi bagian yang paling rawan sudah diatasi. Sehingga kami berharap kondisi di sana untuk musim hujan kali ini akan bisa lebih baik,” sambung pejabat alumnus ITS ini.
Selain memperkuat tanggul, Dinas PUBMP Surabaya juga melakukan peninggian jalan serta melakukan pengerukan sungai yang ada di belakang stadion Gelora Bung Tomo hingga kawasan Gendong di Kelurahan Benowo. Termasuk juga mengerjakan normalisasi saluran dan pembuatan boezem untuk penampungan air. Upaya-upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapan Pemkot menyambut musim hujan.
Khusus untuk boezem, Erna menyebut Pemkot akan mengoptimalkan peran tampungan air yang juga disebut dengan embung atau situ ini. Menurutnya, Surabaya punya banyak boezem dan juga membangun boezem baru di 15 kawasan. Diantaranya di Bangkingan, Jeruk, Kebraon, Sumur Welut, hutan kota Balasklumprik, dan Babatan Pilang.












