“Proses pembebasan lahan sempat tertunda karena ada beberapa kasus yang harus diselesaikan di pengadilan. Namun, kami menargetkan semua pembebasan rampung pada awal tahun ini agar pembangunan dapat dimulai sesuai rencana,” kata Eri Cahyadi, Jumat (17/1).
Terdapat 16 persil lahan yang masih dalam proses pembebasan. Setelah selesai, pemkot akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memulai tahap pembangunan. Wali Kota Eri menegaskan, proyek ini dirancang untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas transportasi, khususnya di kawasan perbatasan Surabaya-Sidoarjo.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk pembiayaan. Setelah lahan selesai, pembangunan dapat segera dilakukan dengan anggaran yang sepenuhnya dari pemerintah pusat,” jelasnya.












