Aksi donor darah, pemeriksaan TB bagi buruh pabrik, pawai yang diikuti komunitas disabillitas Sekolah Luar Biasa (SLB) pilar-pilar dari desa inklusi, hingga layanan pijat dan cukur massal oleh penyandang disabilitas turut memeriahkan acara ini.
“Dengan sentra ini, kita tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga membangun semangat solidaritas sosial yang kuat. Mari terus bergandeng tangan untuk mewujudkan Kabupaten Tegal yang lebih inklusif dan sejahtera,” tutup Suspriyanti.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa pembangunan Sentra Kreasi Trengginas dilandasi oleh Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.
“Sentra ini bukan hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga showroom, lokasi magang, dan pusat pelatihan kewirausahaan yang sudah dilatihkan kepada para penyeandang disabilitas maupun kepada pilar-pilar sosial. Semua ini untuk memastikan keberlanjutan usaha mereka,” jelas Iwan.













