“Setiap ada hajat, saya selalu sungkem kepada orang tua. Ini kebiasaan sejak dulu, mencium kaki mereka, lalu berdoa kepada Gusti Allah. Karena rida orang tua adalah rida-Nya,” ujar Eri.
Dengan iringan grup hadrah, Eri dan keluarganya berjalan menuju TPS. Suasana TPS tampak meriah, dipenuhi warga yang antusias berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.
Eri juga mengajak masyarakat Surabaya untuk tetap menjaga kerukunan meski berbeda pilihan politik.












