“Masjid Cheng Ho bukan hanya tempat ibadah, tetapi simbol harmoni budaya dan agama. Kami berharap dapat melanjutkan sinergi yang baik ini, dan ke depannya menjadikan Surabaya sebagai kota yang lebih inklusif dan toleran,” ungkap Luluk.
Kehadiran Luluk di Masjid Cheng Ho adalah wujud nyata komitmen beliau dalam menjaga persatuan dan menghormati keberagaman agama dan budaya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama demi kemajuan Jawa Timur,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan foto bersama dan ramah-tamah dengan para jamaah serta pengurus Masjid Cheng Ho. (Caa)












