Keinginan untuk Merasa Termasuk: Memiliki Labubu membuat seseorang merasa menjadi bagian dari komunitas yang lebih besar. Mereka merasa terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.
Status Sosial: Labubu dianggap sebagai simbol status sosial, terutama bagi kalangan anak muda. Dengan memiliki Labubu, seseorang merasa lebih diterima dan dihargai oleh teman-temannya.
Ketakutan akan Penyesalan: FOMO seringkali didorong oleh ketakutan akan penyesalan di kemudian hari. Jika seseorang tidak membeli Labubu ketika ada kesempatan, mereka mungkin akan menyesal ketika harga produk tersebut naik atau menjadi semakin langka.
Strategi Pemasaran yang Memicu FOMO
Edisi Terbatas: Strategi ini sangat efektif untuk menciptakan FOMO. Dengan membatasi jumlah produksi, penjual membuat produk menjadi lebih eksklusif dan dicari.
Countdown: Sebelum peluncuran produk baru, penjual seringkali melakukan countdown untuk meningkatkan ekspektasi konsumen dan menciptakan rasa urgensi.
Giveaway: Mengadakan giveaway juga merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kesadaran merek dan memicu FOMO.
FOMO Marketing: Penjual secara terbuka memanfaatkan FOMO dengan menggunakan kalimat-kalimat seperti “habis dalam sekejap” atau “jangan sampai ketinggalan”.












