Cakrawalanews.co – Doom spending, atau kebiasaan berbelanja impulsif sebagai bentuk reaksi terhadap stres atau kecemasan, semakin marak terjadi, terutama di kalangan generasi muda. Lantas, apa saja yang menjadi pemicu utama dari perilaku konsumtif ini?
Stres dan Kecemasan: Pelarian Sementara
Stres dan kecemasan adalah dua emosi universal yang seringkali menjadi pemicu doom spending. Ketika seseorang merasa tertekan atau cemas, mereka cenderung mencari cara untuk mengalihkan perhatian atau mencari kenyamanan instan. Belanja impulsif seringkali menjadi pilihan yang mudah untuk dilakukan, meskipun hanya memberikan kepuasan sementara. Sensasi euforia saat membeli barang baru dapat memberikan rasa senang yang singkat, namun efeknya tidak bertahan lama dan seringkali diikuti oleh penyesalan.
Media Sosial: Jendela ke Dunia Konsumtif
Media sosial telah mengubah cara kita berinteraksi dan mengonsumsi informasi. Platform-platform ini dipenuhi dengan gambar dan video yang menampilkan gaya hidup mewah, produk terbaru, dan tren fashion yang terus berubah. Eksposur yang terus-menerus terhadap konten semacam ini dapat menciptakan tekanan sosial untuk memiliki barang-barang tertentu dan mengikuti tren terbaru. Fenomena fear of missing out (FOMO) yang semakin marak di kalangan generasi muda juga mendorong mereka untuk berbelanja secara impulsif agar tidak merasa ketinggalan.












