3. Pusat Pendidikan Islam
Damaskus menjadi pusat pendidikan Islam yang sangat penting di dunia pada masa itu. Banyak madrasah didirikan di kota ini, mengajarkan berbagai disiplin ilmu seperti agama, hukum, filsafat, dan ilmu pengetahuan alam. Madrasah-madrasah ini menarik para pelajar dari berbagai penjuru dunia Islam untuk datang belajar di Damaskus.
4. Toleransi Beragama
Meskipun mayoritas penduduk Damaskus pada masa itu adalah Muslim, namun kota ini dikenal sebagai tempat yang toleran terhadap berbagai agama. Orang-orang Kristen dan Yahudi hidup berdampingan secara damai dengan umat Islam. Salahuddin sendiri dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan toleran terhadap semua agama.
5. Pusat Pengembangan Pertanian
Di bawah kepemimpinan Salahuddin, pertanian di Damaskus mengalami perkembangan yang pesat. Sistem irigasi yang canggih dibangun untuk mengairi lahan pertanian, sehingga produksi pertanian meningkat. Damaskus dikenal sebagai penghasil buah-buahan, sayuran, dan gandum yang berkualitas tinggi.
Damaskus dalam Sejarah Islam














