“Edukasi Sekolah Sungai adalah masalah kultur. Jadi, Sekolah Sungai itu kita tujukan untuk meubah budaya sehingga masyarakat lebih menghargai sungai, mengingat kita hidup karena air,” jelasnya.
Pinto beranggapan, penyelenggaraan sekolah berbasis alam dan lingkungan ini sudah sangat mendesak mengingat saat ini Indonesia khususnya Surabaya memasuki ancaman krisis air bersih yang berdampak pada krisis pangan, krisis energi dan lain-lain. “Sekolah ini ada di saat yang tepat dimana Indonesia sekarang menghadapi ancaman krisis air bersih.” katanya. (CN1)












