“Selama ini banyak orang Indonesia selaku pemiliki sumber daya mutiara tidak begitu paham mutiara yang digenggamnya itu dari mana,” kata Maman
Sementara itu, Indonesia selama ini merupakan merupakan produsen mutiara Indonesia SSP (ISSP), terbesar di dunia yang memasok sekitar 43 persen kebutuhan dunia. Mutiara ini sebagian besar diekspor terutama ke Jepang dan Hongkong dalam bentuk butiran (loose) maupun perhiasan (jewellery).
“Di dunia ini, produksi SSP hanya sekitar 10 – 12 ton per tahun, sementara Indonesia bisa berkontribusi antara 5 ton,6 ton, pernah 7 ton per tahun,” ujarnya.
Kegiatan ini bertema “Discover The Exotic East Indonesia” dengan mengangkat Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu daerah penghasil mutiara laut selatan Indonesia.
Peserta IPF ditargetkan sebanyak 60 booth yang terdiri dari pelaku usaha mutiara, ASBUMI, KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi penghasil mutiara dan pengrajin/UKM mutiara, dengan target pengunjung yang berasal dari para pecinta mutiara, wanita profesional, kaum sosialita, para ibu-ibu rumah tangga yang koleksi perhiasannya mulai beralih dari batu pemata ke mutiara.












