Bahlil Lahadalia mengaku bersyukur karena bisa mewujudkan impiannya kurang lebih 1 tahun 3 bulan dirinya pernah menyatakan bahwa insyaAllah kalau ada kompetisi yang dibuka Partai Golkar dirinya akan ikut. sebagai salah satu peserta kompetisi.
“Saya dibesarkan dalam situasi penuh demokrasi, sistem kompetisi dan tata kelola organisasi yang baik. Hari ini saya menuntaskan dengan mendaftarkan diri, lengkap sesuai dengan Aturan Rumah Tangga Pasal 18 tentang syarat syarat pencalonan calon ketua umum,” jelas Bahlil.
Ia juga menjelakan bahwa calon ketua umum Partai Golkar itu haruslah kader yang pernah atau sedang menjadi pengurus DPP atau setingkat di bawahnya. Selain itu juga disebutkan calon ketua umum tersebut harus minimal mendapat dukungan 30 persen daro total suara pemilih. Dan mengikuti diklat diklat sesuai dengan jenjang kepengurusan.
“Hari ini saya membawa bukti dokumen bahwa saya pernah menjadi pengurus DPD Partai Golkar Papua 2009-2014 dengan SK yang ditandatangani pak Abu Rizal Bakrie dan Idrus Marham,” ungkap Bahlil.
Yang kedua, dia juga membawa dukungan sebanyak 469 pemilik suara dari total 558 pemilik suara atau sudah hampir 80 persen. Selain itu Bahlil juga membawa surat pernyataan tidak pernah masuk di Partai lain juga membawa KTA.
“Kalau ada yang mengikuti kompetisi selain saya, itu saya pikir dalam Partai Golkar biasa biasa saja, tidak usah diperdebatkan. Dan kebetulan mazhab saya adalah mazhab kompetisi. Tidak pernah mendapatkan jabatan pemberian karena seluruh jabatan itu dari kompetisi,” tegas Bahlil.












