Menurutnya, tugas tersebut adalah bentuk tanggung jawab seluruh anggota Karang Taruna untuk membantu program kecamatan dan kelurahan.
“Saya ingin menggerakkan anak muda dan Karang Taruna sebagai garda terdepan kegiatan sosial. Kalau hari ini masih banyak yang tidak bisa sekolah dan makan, tapi pemuda tidak tahu maka jiwa Karang Taruna itu mati. Maka kita munculkan jiwa-jiwa kepedulian itu,” ungkap Wali Kota Eri.
Dengan tugas yang diberikan Wali Kota Eri berharap hasilnya tidak ada lagi anak putus sekolah atau penderita stunting yang belum diintervensi. Pasalnya, Pemkot Surabaya sudah memiliki banyak program untuk permasalahan tersebut.
“Kita siapkan anggaran pergerakan pemuda agar para pemuda di Kota Pahlawan tidak khawatir kalau sakit, kita siapkan Bantuan Operasional Sekolah (Bopda) hingga tebus ijazah supaya tidak ada lagi pemuda yang merasa sedih,” imbuhnya.
Lanjutnya, Wali Kota Eri juga mendorong para pengurus Karang Taruna berperan aktif menyalurkan pemuda yang siap bekerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan.












