Scrol ke Bawah
Example 120x600
Example 120x600
Cakrawala EkonomiCakrawala KeuanganCakrawala NewsCakrawala Surabaya

Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor Dorong Berdayakan Kemandirian Ekonomi

×

Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor Dorong Berdayakan Kemandirian Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ketua Dekranasda Kota Surabaya, Rini Indriyani saat meninjau produk UPPKA
Ketua Dekranasda Kota Surabaya, Rini Indriyani saat meninjau produk UPPKA

cakrawalanews.co,- Kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dan Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Veteran Jawa Timur dalam mewujudkan ketahanan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) meenggelar produk UPPKA kali ini berlangsung di Alun-alun Balai Pemuda Surabaya, Selasa (6/8/2024).

Ketua Dekranasda Kota Surabaya, Rini Indriyani mengungkapkan apresiasinya terhadap kolaborasi yang telah berlangsung selama delapan tahun antara pemkot dan UPN Veteran Jawa Timur dalam pendampingan UPPKA.

Sponsor

“Kerjasama ini telah memasuki tahun kedelapan, setiap tahunnya kita melaksanakan pendampingan selama tiga bulan hingga benar-benar siap dan menghasilkan. Terima kasih kepada seluruh Tim UPN yang selalu mendampingi,” ujar Bunda Rini dalam sambutannya.

Bunda Rini juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, terutama para akseptor dan keluarga mereka yang dengan sukarela menjalankan program-program tersebut. Menurutnya, keputusan untuk menjadi akseptor bukanlah hal yang mudah dan memerlukan banyak diskusi dengan keluarga.

“Ada perubahan signifikan dari tahun lalu, dimana peserta tahun ini lebih muda-muda. Ini menunjukkan perkembangan yang baik. Kami berharap dengan program akseptor ini bisa menurunkan angka stunting,” tuturnya.

Menarik Dibaca:  DPRD Kabupaten Probolinggo Dorong Lima Raperda Inisiatif demi Kesejahteraan Masyarakat

Bunda Rini menyebut bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya gizi. Tetapi juga bisa disebabkan faktor usia ibu saat hamil, jarak antar kehamilan, hingga jumlah kehamilan. Oleh karena itu, program ini berfokus pada perencanaan keluarga yang baik.

“Dengan pendampingan ini, kita dapat merencanakan keluarga dengan lebih baik. Sehingga bisa mendidik anak-anak menjadi lebih baik lagi dari orang tuanya,” jelasnya.

Pada tahun 2024, Bunda Rini menjelaskan bahwa UPPKA menampilkan inovasi produk pangan alternatif pengganti beras dengan kandungan gizi yang hampir sama. Bahkan, produk-produk ini juga diolah dengan tambahan protein hewani untuk meningkatkan nilai gizi.

“Saya berharap nanti dinas terkait bisa mendampingi, membantu bagaimana UMKM ini bisa menjual produk-produknya dengan masuk e-Peken atau SKG (Surabaya Kriya Gallery). Pemerintah kota akan membantu semaksimal mungkin untuk membuat UMKM maju di tingkat Surabaya, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.

Menarik Dibaca:  Tradisi Pedang Pora Sambut Kapolres Baru Tegal Kota

Sementara itu, Ketua Pusat Program Studi Ekonomi dan Sosial UPN Veteran Jawa Timur sekaligus Ketua Tim Pembina UPPKA, Ignatia Martha menyampaikan bahwa gelar produk UPPKA tahun 2024 merupakan gelaran yang kedelapan kalinya.

“Kami berterima kasih karena telah terlibat selama beberapa tahun ini dan bekerjasama dengan dinas terkait melakukan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan terhadap ibu-ibu yang tergabung dalam UPPKA,” kata Martha.

Martha juga menerangkan tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan ibu-ibu dalam mengelola pangan sehat. Termasuk pula untuk meningkatkan percaya diri mereka dan mendukung kemandirian ekonomi keluarga.

“Kami berharap ibu-ibu dari 10 kelompok di Kecamatan Gubeng ini mampu melanjutkan usaha mereka dan meningkatkan pendapatan mereka dalam enam bulan ke depan,” ujar Martha.

Menurutnya, gelar produk ini merupakan sesi terakhir dari 3 bulan pendampingan dan pelatihan yang diberikan. Pada tahun ini, topik yang diangkat adalah pangan sehat non beras, dengan fokus pada umbi-umbian sebagai alternatif karbohidrat.

Menarik Dibaca:  DPRD Kabupaten Probolinggo Sahkan 22 Rencana Peraturan Daerah Strategis untuk Tahun 2026

“Tahun ini, kami mengambil topik pangan sehat non-beras. Kami fokus pada umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat yang lebih baik dengan protein nabati dan hewani yang beragam,” kata Martha.

Pihaknya berharap, kegiatan ini ke depan bisa terus berlanjut dan memberikan dampak positif kepada ibu-ibu, terutama para akseptor KB di Kecamatan Gubeng Surabaya. “Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berjalan dan produk yang dihasilkan tetap eksis di masa depan,” tutupnya.

Selain gelar produk UPPKA, acara ini juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan dari Pemkot Surabaya kepada Tim Pusat Studi Ekonomi dan Sosial UPN Veteran Jawa Timur sebagai pembina UPPKA Kecamatan Gubeng.

Selain itu, berbagai produk inovatif dari 10 kelompok UPPKA Kecamatan Gubeng juga ditampilkan dalam fashion show. Di antaranya, Dimsum Ubi Ungu, Lengkong (Lapis Legit Singkong), Kongsina (Singkong Isi Tuna), Jus Laning (Labu Kuning), Jemblem Korea, Cassava Dimsum, Sicokot (Singkong Cokot), Roll Cassava, hingga Kroket Singkong Kelor. (hadi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600