Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Budi ‘Kanang’ Sulistyono menambahkan, terdapat tiga poin utama dalam pertemuan ini. Pertama, antara PDI Perjuangan dan Partai Gerindra membangun koalisi dan mengusung pasangan calon. Kedua, mendukung pasangan calon yang tidak berasal dari PDI Perjuangan maupun Partai Gerindra. “Ketiga, ayo kita bersama-sama, tapi tidak sambung. Tapi kalau tempur tidak usah kencang-kencang. Maka ini kita kompromikan,” katanya.
Dia menegaskan, salah satu pembahasan di pertemuan ini secara teknis adalah membahas tentang tata etika politik saat gelaran Pilkada serentak. “Kita sama-sama nasionalis. Sama-sama ingin wilayah tidak berdarah-darah dan tidak ada bekas ketika pertempuran selesai dan kembali kondusif. Maka, kalau kita komunikasikan dan janjian, ya selesai. Ada ring yang tidak ada dendam lagi. Setelah ada pemenangnya yang selesai,”pungkasnya.
Diketahui, sebelum pertemuan tertutup berlangsung, DPD PDI Perjuangan Jatim memberikan cenderamata kepada Gerindra Jatim berupa lukisan bung Karno. Lukisan tersebut langsung dipasang di dinding kantor dan berjajar dengan lukisan Bung Tomo maupun Jenderal Besar TNI Soedirman.
“Semoga Presiden terpilih Pak Prabowo Subianto bisa memimpin Indonesia seperti Presiden RI pertama Bung Karno. Dan semoga Pak Prabowo bisa mengemban amanat penderitaan rakyat,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari saat menyerahkan lukisan Bung Karno kepada Sekretaris Gerindra Jatim, Kharisma Febriansyah.












