“Begitu pula dengan pembenahan balai-balai RW, perbaikan kampung dengan pavingisasi, pembenahan saluran air, mencegah banjir, perbaikan rumah-rumah tidak layak huni, penurunan kemiskinan, dan lain sebagainya. Ini harus disampaikan pada rakyat,” kata Adi.
Sebagai kader senior PDIP, Armuji meminta kader-kader banteng memperkuat gotong royong dengan masyarakat. Kader-kader PDIP harus hadir di tengah-tengah rakyat, menangani berbagai problem di masyarakat.
“Kalau ada pengaduan masyarakat, kader PDI Perjuangan harus bisa menangani itu. Kita punya struktur partai yang mengakar sampai di level RW atau anak ranting. Di legislatif, kita punya Fraksi PDI Perjuangan di DPRD. Kita punya ketua DPRD dan wakil di komisi-komisi. Kita juga punya kader yang bertugas di eksekutif, Pak Eri Cahyadi dan saya (Armuji). Kalau ada masalah di warga masyarakat, sampakan kepada 3 pilar PDI Perjuangan. Semua kompak, bekerja untuk masyarakat Surabaya,” kata Armuji.
“Kekompakan dan sinergi 3 pilar PDI Perjuangan (struktur partai, wakil PDIP di legislatif dan eksekutif) telah berkontribusi penting dalam membangun Kota Surabaya yang berkelanjutan dan menyelesaikan berbagai problem rakyat,” tambah Achmad Hidayat, Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya.
Jordan Bataragoa, Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, memastikan pasangan Eri Cahyadi-Armuji sebagai satu-satunya pasangan calon untuk memimpin Kota Surabaya lima tahun ke depan. “PDI Perjuangan Kota Surabaya hanya mengusulkan Eri Cahyadi-Armuji sebagai calon walikota dan calon wakil walikota Surabaya,” ujar Jordan.(hadi)












