Kumbang sambber lilin betina dewasa biasanya bertelur di pohon favorit mereka, meletakkan telurnya di retakan kayu atau celah-celah kulit pohon. Saat telur menetas, larva kumbang segera mengebor kayu, membuat terowongan untuk tempat tinggal dan sumber makanannya.
Larva kumbang sambber lilin memakan kayu dan tumbuhan, menjadikannya serangga pengurai yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Larva ini dapat hidup di dalam batang kayu selama 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung spesies dan ketersediaan makanan.
Setelah mencapai dewasa, kumbang sambber lilin akan muncul dari pohon dan mencari pasangan untuk kawin. Kumbang dewasa biasanya tidak makan dan hanya hidup selama beberapa hari atau beberapa minggu.
Kontroversi dan Manfaat di Era Modern
Kumbang sambber lilin telah lama menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat di berbagai negara. Di Indonesia, kumbang ini dihubungkan dengan kepercayaan mistis dan diyakini memiliki kekuatan untuk mendatangkan keberuntungan. Hal ini membuka peluang bagi perdagangannya, dengan harga yang bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran kumbang.












