Apalagi, tampilan wayang dengan lakon yang berjudul ‘Sang Bima’ dimainkan oleh 1 dalang bocah dan 3 dalang muda. Yakni, Ki Rendra Adam, Ki Bayu Wiyan Wijaya, Ki Tee Boen Liong (Sabdo Sutejo), dan Ki Nyui Warsono.
“Wayang ini adalah budaya bangsa, saya sangat respect dengan pagelaran wayang ini. Karena yang bermain wayang adalah dalang cilik, dan para pengrawitnya adalah anak-anak,” kata dia.
Pada Jumat, 10 Mei 2024, Pemkot Surabaya akan menggelar pengajian akbar bersama KH Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam dari Kabupaten Blitar. Pengajian akbar bersama Gus Iqdam ini akan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB di Balai Kota Surabaya.
“Kita lakukan di balai kota, jadi nanti Insyaallah kita akan tutup Jalan Jaksa Agung Suprapto sampai (Jalan Yos Sudarso) depannya DPRD. Insyaallah Gus Iqdam akan memulai ceramah pukul 21.00 WIB atau 21.30 WIB. Tapi sebelumnya ada hadrah dari Gus Iqdam juga,” jelasnya.
Event tahunan Festival Rujak Uleg juga akan digelar berbeda tahun ini. Selama ini, festival yang menyedot banyak wisatawan ini digelar di Kembang Jepun atau Kya-kya, namun tahun ini akan digelar di Balai Kota Surabaya pada Minggu (19/5/2024), karena di Kya-kya masih banyak perbaikan yang harus diselesaikan.
“Nanti juga akan ada Surabaya Bersholawat bersama Habib Syech yang akan digelar pada Jumat (24/5/2024). Surabaya Bersholawat ini akan kami gelar khusus di Tugu Pahlawan,” tegasnya.
Tak hanya itu saja, Pemkot Surabaya bersama EBSFM menghelat event bagi anak-anak muda di Kota Pahlawan. Event berjudul Surabaya Pesta Pora akan digelar di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, pada tanggal 21-26 Mei 2024. Dalam acara itu, akan ada berbagai kompetisi olahraga yang akan digelar, termasuk pula ada kuliner dan penampilan musik.












