Stroke: Gaya hidup sedentari meningkatkan risiko stroke dengan meningkatkan tekanan darah dan kolesterol.
Diabetes tipe 2: Kurangnya aktivitas fisik dapat mengganggu sensitivitas insulin, sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Tekanan darah tinggi: Gaya hidup sedentari dapat meningkatkan tekanan darah.
Kolesterol tinggi: Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).
Kanker: Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara gaya hidup sedentari dengan peningkatan risiko kanker tertentu, seperti kanker usus besar dan payudara.
Depresi dan kecemasan: Kurangnya aktivitas fisik dapat memengaruhi kesehatan mental dan meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.












