Di tengah kebimbangannya, Rian bertemu dengan seorang kakek tua di masjid. Kakek itu terlihat sedih dan termenung. Rian pun mendekatinya dan menanyakan apa yang membuatnya sedih.
Kakek itu menceritakan bahwa dia tidak memiliki keluarga dan tidak memiliki uang untuk membeli makanan Lebaran. Rian tergerak hatinya dan memutuskan untuk membantu kakek itu.
Rian mengajak kakek itu untuk berbelanja bersama. Ia membelikan baju baru dan makanan Lebaran untuk kakek. Kebahagiaan terpancar dari wajah kakek itu.
Saat Lebaran tiba, Rian merasakan kebahagiaan yang berbeda. Ia tidak lagi fokus pada baju baru dan kue-kue lezat, tetapi pada kebahagiaan yang ia ciptakan bagi orang lain.












