“Kami mendengar informasi valid bahwa hasil survei tak seindah yang dipublikasikan. Jatim dan Jateng akan ‘dioperasi’, karena ada capres tertentu yang mencoba melakukan skenario satu putaran. Maka kami langsung instruksikan kader dan satgas untuk berjaga di kampung-kampung, di perempatan-perempatan jalan, di sudut-sudut gang, untuk mencegah operasi kecurangan dan politik uang pemenangan capres tertentu,” jelas Deni.
Para kader dan satgas, sambung Deni, diinstruksikan untuk langsung melaporkan bila ada temuan gerakan atau “operasi khusus” yang curang dalam memenangkan capres tertentu. “Jatim diindikasikan akan dioperasi secara tidak patut dan melanggar aturan untuk mendongkrak suara capres-cawapres tertentu,” jelas alumnus Universitas Airlangga tersebut.












