“Bagi anak-anak yang masih SD atau SMP boleh hadir, tetapi kami berharap bersama-sama dengan orang tuanya. Sehingga kehadiran ini adalah bersifatnya untuk semua warga Kristiani yang ada di Kota Surabaya,” tuturnya.
Di kesempatan terpisah, salah satu umat Kristiani di Surabaya, Dewid Wiratama menyambut baik rencana perayaan Natal yang diselenggarakan oleh pemkot. Menurut dia, apa yang diinisiasi Wali Kota Eri Cahyadi merupakan interpretasi Surabaya kota toleransi.
“Menurut saya apa yang direncanakan wali kota adalah suatu bentuk toleransi yang memang pertama kali di Surabaya bagi umat Kristen bisa hadir bersama di Balai Kota Surabaya,” kata Dewid.
Selain itu, warga Kecamatan Krembangan Surabaya ini juga menilai, bahwa apa yang diinisiasi wali kota merupakan bentuk perwujudan dari Surabaya kota toleransi yang tidak hanya sekadar retorik. Artinya, bentuk toleransi itu benar-benar dilaksanakan dan direalisasikan.
“Ketika banyak pimpinan bicara toleransi, tetapi mereka masih kesulitan merealisasikannya. Sekarang ada Wali Kota Surabaya yang memfasilitasi umat Kristen beribadah bersama di Balai Kota. Jadi ini merupakan bentuk interpretasi dari kota toleransi,” pungkasnya.(hadi)











