Dia yakin, penanda batas bisa menjadi salah satu daya tarik Kota Surabaya.
Jika di daerah lain, terdapat ikon-ikon yang bisa menjadi obyek foto, maka menurutnya tidak tertutup kemungkinan pemerintah kota juga bisa membuat batas kota yang menarik kunjungan wisatawan.
“Untuk itu bentuknya harus memperhatikan estetika,” tuturnya.
Sementara itu, Pemkot Surabaya sendiri selama ini lebih memilih menghiasi batas kotanya dengan tanaman dan lampu. Dua hal itu dipakai untuk tetenger telah memasuki kota Surabaya agar lebih berwarna.
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya hanya memberikan sentuhan kecil di pintu masuk kota dengan membuat tulisan SURABAYA di seberang mal City of Tomorrow (Cito).(adv/cn03)












