Tokoh penggerak UMKM tersebut juga mendorong kepada para pelaku perbankan, perusahaan-perusahaan besar dan stake holder lainnya untuk turut peduli terhadap UMKM di Surabaya. Seperti yang dilakukan BPR SAU melalui bantuan modal usaha dengan bunga yang sangat rendah.
“Pihak swasta juga diharapkan turut membantu melakukan tata kelola UMKM yang berkesinambungan, mulai dari hulu sampai hilir, secara konsisten,” imbuhnya.
Menurut Anas Karno dengan tata kelola yang baik diharapkan kualitas maupun kuantitas produksi UMKM semakin baik, kemudian terserap maksimal di pasar. Sehingga UMKM semakin berdaya dan naik kelas.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan 1 Muharram 1445 Hijriah Sidosermo Udi Marisi mengatakan, Bazar diikuti oleh sekitar 100 pelaku UMKM selama 3 hari.












