Sebab, menurutnya, dalam upaya mempererat hubungan kerjasama sister city antara Kota Surabaya dengan Kota Kochi Jepang, tidak cukup dengan saling berkunjung. Melainkan, melakukan kegiatan sinergitas lainnya, seperti pertukaran pelajar hingga pertukaran pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya.
“Bagaimana perilaku dan budaya dalam pendidikan di Kochi bisa dirasakan di Surabaya, serta begitu sebaliknya. Di Kochi pun juga ada yang diambil dari Surabaya, bagaimana Remo dan Yosakoi lewat semangat budaya. Sister city sangat luar biasa dan semoga terus berlanjut untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Surabaya dan Kochi,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Kochi Jepang, Seiya Okazaki menyampaikan bahwa sister city antara Kota Surabaya dan Kota Kochi sebetulnya telah memasuki usia ke-26 tahun. Sebab, dalam perayaan ke-25 tahun, pihaknya tidak bisa mengunjungi Kota Pahlawan akibat pandemi Covid-19. Karenanya, pada kesempatan kali ini, Kota Surabaya dan Kota Kochi Jepang merayakan usia sister city mereka yang ke-25 tahun dengan menggelar Festival Remo Yosakoi.
Meski begitu, ia mengaku sangat senang sekali saat menyaksikan penampilan Festival Remo Yosakoi. Menurutnya, budaya seni tari Yosakoi telah diterima dengan baik oleh masyarakat Kota Surabaya. Bahkan, ia menilai bahwa Yosakoi telah menjadi bagian dari budaya Kota Surabaya.












