Khusus untuk rumah pompa baru, tahun ini pemkot akan melakukan pembangunan di Rumah Pompa Wonorejo 1, Rumah Pompa Undaan, Rumah Pompa Merr, Rumah Pompa Kebraon, Rumah Pompa Gersikan, Rumah Pompa Bulak, Rumah Pompa Bozem Aquatik. Total ada 7 rumah pompa baru yang akan dibangun tahun 2023 ini.
“Kita juga akan upgrade kapasitas pompanya, sehingga daya tampungnya lebih besar, dan ini dilakukan di Rumah Pompa Gadukan, Rumah Pompa Kedurus, dan Rumah Pompa Wiyung,” kata Eko.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga akan mengoptimalkan 33 titik saluran yang merupakan sistem drainase utama di Kota Surabaya. Saluran ini akan dioptimalkan dan dibesarkan kapasitasnya, mulai dari 1,5 meter ke 2 meter.
“Bahkan, kami juga akan melakukan pembangunan saluran-saluran di perkampungan warga. Kita akan menambah kapasitas saluran tersebut. Tahun ini ada sebanyak 265 titik yang tersebar di berbagai perkampungan warga seluruh Surabaya. Data ini berasal dari musrembang dan aspirasi dari warga,” tegasnya.
Di samping itu, Pemkot Surabaya juga akan melakukan pemeliharaan saluran di berbagai penjuru kota. Pemeliharaan itu akan dilakukan dengan cara pengerukan rutin, apalagi saat ini pemkot sudah bersiap menghadapi musim hujan, sehingga pengerukan itu lebih diintensifkan. “Saluran-saluran besar dan juga bozem-bozem terus kita keruk supaya nanti ketika musim hujan siap menampung banyak air,” kata dia.
Eko optimis dengan berbagai program itu akan bisa mengentas titik-titik genangan di Kota Surabaya. Meski begitu, ia juga menyadari bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa bekerja sendirian, ia mengakui butuh partisipasi dari masyarakat untuk bersama-sama peduli kepada lingkungannya masing-masing.












