Anas kembali menjelaskan, Ketupat yang dikenalkan kali pertama oleh Sunan Kalijaga, diartikan sebagai laku papat. Yaitu Lebaran, yang artinya selesai dalam menjalani ibadah puasa dan boleh untuk menikmati hidangan makanan di siang hari.
“Ketupat juga menyimbolkan Luberan. Artinya untuk bersedekah dengan ikhlas bak air yang berlimpah dari wadahnya. Lalu Laburan, diambil dari kata labur yang artinya bersih putih. Jadi selalu menjaga kebersihan hati,” imbuhnya.
Yang terakhir Leburan, artinya lebur atau habis. Dimaknai agar saling memaafkan satu sama lain.












