“Bung Karno sang proklamator dalam Muktamar NU di Surabaya pada tahun 1954 diberi gelar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Waliyul Amri Ad Dharuri Bi AS Syaukah,” ungkapnya.
Anas melanjutkan, bahwa gelar Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah yang berarti pemimpin pemerintahan di masa darurat kata Anas merupakan dukungan besar warga Nahdliyin pada kepeimpinan Bung Karno,
“Ini sebuah bukti dukungan besar warga Nahdhiyin terhadap kepemimpinan Bung Karno,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Direktur Riset SSC, Edy Marzuki mengungkapkan jika PDIP berada di posisi pertama diikuti oleh PKB dan Gerindra di posisi kedua dan ketiga. PDIP meraih 48,9 persen, sedangkan PKB 9,4, dan Gerindra 8,3 persen.












