Oleh karena itu, ia berharap kepada warga Surabaya yang ingin mengeluarkan zakatnya karena kewajibannya, tolong jangan disalurkan ke luar Surabaya, tolong disalurkan di dalam Kota Surabaya. Nah, salah satu lembaga yang sangat bertanggungjawab dalam penyaluran zakat ini adalah Baznas Surabaya.
“Kalau kita mau melihat, ternyata di Surabaya itu masih banyak orang-orang yang membutuhkan. Makanya, kalau kita tinggal di Surabaya, apalagi ber-KTP Surabaya, saya minta tolong zakatnya bisa diberikan kepada orang Surabaya yang memang membutuhkan,” kata dia.
Selama ini, zakatnya ASN Pemkot Surabaya sudah disalurkan melalui Baznas Surabaya, sehingga pemkot bersama Baznas Surabaya bisa memberikan berbagai bantuan, mulai dari penebusan ijazah, pembayaran tunggakan biaya sekolah, hingga bantuan kursi roda dan bantuan rombong beserta modal usahanya.
“Jadi, untuk yang tebus ijazah dan tunggakan biaya sekolah itu ternyata sekolah-sekolah yang mengajukan kepada Baznas, kalau tidak dibayar, maka ijazahnya ditahan, dan ini ada ribuan. Mau tidak mau ya kita harus hadir untuk membantu, karena memang zakat itu bisa dibuat seperti ini, supaya anak-anak kita ini bisa lulus dan bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak untuk meningkatkan kemampuan hidupnya,” kata dia.
Selain itu, yang menunggak biaya sekolah itu adalah warga Surabaya, anak-anak Surabaya dan arek-arek Suroboyo. Makanya, hal itu tetap menjadi tanggungjawab Pemkot Surabaya. “Jadi, saya bersama jajaran pemkot dan juga Baznas Surabaya akan terus bergerak untuk membantu warga,” ujarnya.












