“Surabaya itu gudangnya orang rajin ngurus kepangkatan tinggi, cuma pangkat tinggi itu kadang kala bahkan sering tidak linier dengan kemampuanya. Sekda itu harus benar-benar mumpuni. Karena keberadaannya merupakan jabatan tertinggi di ASN Surabaya,” ujarnya.
Pada waktu Hendro diangkat Wali Kota Tri Rismaharini menjadi sekdanya, AH Thony kala itu masih aktif di dunia akademisi menilai tepat, karena menurutnya Hendro merupakan sosok pejabat yang memenuhi kriteria sebagai sekda.
Pribadinya cerdas, tenang, santun, ngerti etika administrasi dan politik. Bahkan saat digempur berbagai pertanyaan dalam forum-forum DPRD Surabaya bisa menjawab dengan lugas, tenang dan bijak.
“Pak Hendro itu sudah teruji, sebetulnya susah mencari orang dilingkungan pemkot seperti dia. Waktu sekolah di luar negeri dulu, kalau gak salah ingat beliau juga lulus dengan predikat Cumlaud, 4 bahasa dikuasai. Cuma untuk yang ini ya maaf saya gak mau banding-bandingke dengan yang baru nanti, karena menyangkut potensi pribadi,” tutupnya.












