Lebih lanjut, Achmad Fathoni mengatakan, dari pendekatan tersebut maka dapat, disusunlah kurikulum sistem pendidikan nasional.
“Tidak seperti sekarang ini, kurikulum berdasarkan asumsi. Tidak need assessment, tidak learner karakteristik. Kurikulum pendidikan sekarang berdasarkan hasil penelitian yang nota bene adalah penelitian di kota. Bagaimana dengan yang di pedesaan. Bahkan daerah pelosok seperti Papua,” ujarnya.
Akedemisi yang pernah berpengalaman menjadi tenaga ahli Bidang Pendidikan di DPR RI tersebut menilai jika dalam konteks tersebut, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.












