Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan saat ini anggaran yang tersedia sudah mampu untuk menanggung sebanyak 29.000 orang.“Jadi nanti yang mengisi data pada aplikasi adalah Lurah. Jadi orang-orang tidak bisa sembarangan keluar masuk data kartu miskin,” ujar Agus Imam Sonhaji saat acara sosialisasi.
Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Nanis Chairani yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut menambahkan aplikasi SMK yang sekarang digunakan ini sudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat. “Karena itu pembuatan SMK mengacu pada perwali, jadi kami mohon untuk menaatinya,” harapnya.











