“Beberapa tugas TNI di saat damai yaitu penanggulangan bencana alam termasuk penanganan covid-19 dan antisipasi terhadap ancaman intoleransi dan radikalisme yang dapat memunculkan berbagai kejadian berbasis kekerasan,” bebernya.
Rekrutmen TNI jalur khusus ini merupakan kebijakan pucuk pimpinan TNI sebagai upaya memperkuat tubuh TNI dengan prajurit santri dan lintas agama untuk menangkal bahaya intoleransi dan radikalisme. Mengingat bangsa Indonesia sangatlah majemuk suku, ras, budaya, adat-istiadat, bahasa, dan agama maupun keyakinan.
“TNI jelas membutuhkan tenaga ahli di keagamaan untuk cegah dini intoleransi dan gerakan radikalisme guna menjaga kedaulatan NKRI,” sambungnya.
Menurutnya, para santri dan lintas agama jelas mempunyai modal pokok, yaitu ilmu agama selain ilmu pengetahuan umum.
“Ingat, bangsa kita ini dulu merdeka juga atas perjuangan para kyai dan santri yang ikut mengangkat senjata melawan penjajah,” tegasnya.
Haikal juga menegaskan, di jenjang penerimaan apapun baik itu perwira, bintara, maupun tamtama, termasuk bintara dan tamtama santri dan lintas agama ini, sama sekali tidak dipungut biaya. Pihaknya baik kodim maupun 17 koramil jajarannya, siap membimbing secara fisik dan mental.












