“Di tahun 2022 ini, minimal ada lima pasar yang berubah, minimal mencontoh pasar di sini. Karena di sini bisa tertata dengan baik, pedagangnya juga makmur,” kata Wali Kota Eri.
Bahkan, saat itu ia juga meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk segera menyiapkan Perda dan Perwali yang sesuai dengan Pasar Bebas Kantong Plastik itu. Sebab, selama ini permasalahannya di Perwali, sehingga dia meminta untuk segera dibuatkan. “Tolong pulang dari sini langsung dibuatkan, supaya bisa segera jalan,” tegasnya.
Menurutnya, jika kantong plastik dapat berkurang di Surabaya, akan menjadi peluang besar bagi para UMKM di Surabaya untuk membuat usaha tas kain yang bisa digunakan berulang kali ketika belanja di pasar.
“Insyaallah kalau kita sudah menciptakan pasar yang bersih, enggak ada kantong plastik, dan pembeli juga bijak dalam menggunakan plastik, ini peluang besar bagi para UMKM untuk membuat tas kain,” ungkapnya.












