Lanjut Ahmad Baidowi, April dan ketiga anaknya termasuk Rofiq, saat ini masih tinggal di rumah milik neneknya itu. Rumah berukuran 4 x 7 meter yang terlihat kumuh karena di bagian teras dijejali tumpukan barang-barang bekas.
“Untuk ayahnya Rofiq, Supriyandi (31), pada saat April sedang mengandung anak ketiga (Rizki Ramadhan) pergi merantau ke Jakarta dan tidak pernah pulang hingga saat ini. Jadi sepeninggal kepala keluarga maka seluruh beban hidup keluarga ditanggung April dibantu Rofiq hanya dari hasil memulung,” sambungnya.
Dalam sehari terkadang April dan Rofiq mendapatkan uang senilai Rp 10-20 ribu dari penjualan hasil memulung. Penghasilan yang mereka dapatkan itu terkadang belum mampu disisihkan untuk persiapan sekolah Rofiq.
Baidowi juga menjelaskan, keluarga April tergolong miskin ekstrem dan belum pernah tersentuh bantuan baik itu PKH, bansos maupun program bantuan lainnya. “Sudah beberapa kali kita ajukan namun belum pernah dapat,” tegasnya.












