Cakrawala SurabayaHeadlineHumanioraIndeks

Wali Kota Eri Terima Penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2021

×

Wali Kota Eri Terima Penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2021

Sebarkan artikel ini
Forkom Jurnalis Nahdliyin memberi penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur Tahun 2021 kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi/Humas Pemkot Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri juga mengajak jurnalis yang tergabung dalam FJN untuk bersama-sama berjuang memerangi kemiskinan di Kota Surabaya. Tentu saja pemerintah tak akan bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita bersama-sama ikhtiar, berjuang untuk melepaskan kemiskinan atau apa saja yang belum pas di Surabaya. Karena menurut saya, dengan kebersamaan inilah yang bisa membangkitkan,” ujar Cak Eri.

Wali Kota Eri menilai, saat ini waktunya meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena, tempat-tempat fenomenal seperti Sentra Ikan Bulak (SIB), Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jembatan Suroboyo hingga Jembatan Sawunggaling sudah dibangun oleh para pemimpin pendahulu. “Tempat-tempat yang fenomenal sudah dibagun oleh wali kota-wali kota sebelumnya. Nah, tinggal sekarang ini bagaimana kita menggerakkan ekonomi masyarakat,” papar dia.

Sementara itu, menuju satu abad atau 100 tahun NU pada 2026 mendatang, Cak Eri berharap Muktamar NU yang ke-35 nanti dapat dilaksanakan di Kota Surabaya. Keinginannya ini tentu bukan tanpa dasar, karena Surabaya sendiri merupakan kota lahirnya NU pada 1926 silam.

Terlebih lagi, kata dia, ketika Resolusi Jihad diserukan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, kala itu para ulama dan kyai berkumpul di Surabaya. Bahkan seluruh warga dari berbagai etnis, suku bangsa dan agama berjuang bersama di Surabaya untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada pertempuran 10 November 1945.

“Saya berharap, Muktamar (NU) yang ke 35, yang satu abad besok ini bisa dilakukan di Surabaya. Insya Allah kita akan melihat bahwa Nahdlatul Ulama, Resolusi Jihadnya di Surabaya, kantor PBNU pernah di Surabaya dan Muktamar juga pernah dilakukan di Surabaya,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *