”Salah satu kendala UMKM memang soal permodalan. Sehingga kita bikin program modal murah ini, yang termasuk paling murah dibanding program perbankan lain. Kita minta BPR Delta Artha terus memacu penyalurannya, termasuk jemput bola sosialisasi ada program ini ke komunitas-komunitas UMKM,” jelas Bupati Muhdlor, Selasa (7/12/2021).
Dia menjelaskan, skema program tersebut, pemerintah daerah melalui APBD menanggung subsidi bunga kepada UMKM. Nilai subsidi bunga yang digelontorkan melalui APBD sebesar Rp5,8 miliar. Dengan subsidi bunga yang ditanggung pemeritah daerah, industri perbankan milik Pemkab Sidoarjo tetap mampu menjalankan operasional bisnis dengan baik, dan di sisi lain UMKM bisa terbantu mendapatkan modal murah.
”Masih ada alokasi subsidi bunga yang belum terserap, sehingga ini ada ruang untuk memacu penyaluran Kredit Sayang. Dana dari rakyat, kita kucurkan untuk subsidi bunga, tentu manfaatnya juga harus ke rakyat. Makanya monggo UMKM Sidoarjo manfaatkan ini,” jelas bupati alumnus Universitas Airlangga tersebut.
Bupati menambahkan, selain tetap menggeber Kredit Sayang berbunga murah 3 persen per tahun, Pemkab Sidoarjo juga bakal menjalankan program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) pada tahun depan. Kurma adalah skema bantuan modal Rp5-50 juta untuk kelompok perempuan terutama dari keluarga kurang mampu. Alokasi dana untuk Kurma disiapkan puluhan miliar dari APBD Sidoarjo 2022.












