Gubernur Khofifah mengatakan, bantuan yang saat ini dikirimkan adalah sebagai langkah awal kesigapan Pemprov Jatim dalam menangani bencana alam. Dia menyebut nanti akan ada bantuan-bantuan lainnya yang dikirimkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan.
Pemprov, sambung Khofifah, telah berkoordinasi dengan BPBD Lumajang termasuk dengan perangkat desa setempat dan PPGA (Pos Pengamatan Gunung Api) guna mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas di daerah aliran sungai (DAS) Mujur, Curah Kobokan dan DAS yang dimungkinkan dialiri guguran awan panas.
“Saya mengimbau agar masyarakat tidak panik. Kami tetap terus memonitor perkembangan melalui WAG (Whatsapp Group), radio dan tetap mematuhi imbauan yang disampaikan PVMBG dan pemerintah,” ujarnya.
Khofifah juga menyampaikan, dirinya telah meminta kepada bupati dan wali kota di Jatim untuk saling bergotong royong membantu Kabupaten Lumajang yang tengah dilanda guguran awan panas Gunung Semeru. “Insya Allah bupati dan wali kota serta jajaran TNI- POLRI, BNPB, SAR bergotong royong membantu masyarakat Lumajang,” ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim bersama BPBD kabupaten setempat dan Tagana sudah saling bergerak dan berkoordinasi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat, kronologi kejadian erupsi Gunung Semeru kali ini, berawal dari guguran awan panas Gunung Api Semeru, pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.20 WIB yang mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.












